Kategori Humor Politik

Segera Singkirken !!!

17 January 2010 – 10:35 PM

Presiden Soeharto baru saja keluar dari istana negara ketika ia melihat seorang pengemis duduk ditangga istana. Melihat penampilannya yang begitu memelas, presiden segera memanggil ajudannya
“Pengawal, coba lihat pengemis ini, keadaannya begitu menyedihken, pakaiannya tambal – tambalan, berarti dia tidak mampu beli pakaian baru, tubuhnya kurus kering, tanda bahwa dia sudah berhari – hari tidak makan nasi, dan itu terjadi disini, di negara kita yang makmur dan sejahtera ini… Sungguh tidak sampai hati aku menyaksiken pemandangan seperti ini, oleh karena itu, pengawal..!! Segera singkirken orang ini dari istana..!!!”

Maksud Pak Taufik

16 January 2010 – 10:35 PM

Suatu saat seorang wartawan mewawancarai Taufik Kiemas mengenai fotonya yang berisi dirinya sedang memeluk Inul si ratu goyang bor.
Wartawan : “Kenapa Bapak memeluk Inul daratista si ratu gotang nge bor ?”
Dengan diplomatis Taufik Kiemas menjawab
Taufik kiemas:
“Maksud hati saya ingin memeluk Mega, tapi apa daya jangkauan tangan saya tak sampai !”

Tag : maksud politik, maksud humor, sms tawaran lucu.

Bebas pengangguran

15 January 2010 – 10:35 PM

Perdana Menteri Jepang, Abe, berkunjung ke Indonesia. Di pelabuhan udara, Presiden Suharto menyambutnya gembira, kemudian duduk bersama di dalam mobil kehormatan. Selama di perjalanan, dengan bangga Suharto menunjuk kepada ribuan orang yang berdiri di pinggir jalan, yang telah dipersiapkan sebelumnya, sambil mengibar-ngibarkan bendera Jepang dan Indonesia. Tapi Shintaro Abe mengerutkan keningnya.
“Banyak sekali pengangguran di negara Anda,” kata Abe, “Di negara kami
tak seorang pun mau membuang-buang waktunya seperti itu. Mereka bekerja, dan tak punya waktu berdiri di pinggir jalan.”
Mendongkol hati Suharto mendengarkannya. Begitu Abe pulang,ia menyusun rencana untuk berkunjung ke Jepang, ingin membuktikan apakah benar tak ada pengangguran di Jepang. Beberapa hari kemudian, Suharto dan rombongan tiba di Jepang. Shintaro Abe menyambutnya di pelabuhan udara dan bersama-sama menuju istana negara. Di sepanjang jalan, tak seorangpun yang berdiri di pinggir jalan menyambut mereka.
“Anda lihat,” celetuk Abe, “Tak ada yang menganggur.” Keesokan harinya,
Suharto bersama ajudannya mengelilingi kota Tokyo. Tak seorang pun
penganggur yang mereka temui. Setelah beberapa hari mencari dengan sia-sia, akhirnya mereka bermaksud pulang kembali ke Indonesia. Dengan ditemani Abe mereka menuju pelabuhan udara. Tiba-tiba, tampak seorang lelaki duduk termenung di pinggir jalan.
“Itu dia!” teriak Suharto, “Kita berhasil menemukannya seorang!” Dia
menyuruh ajudannya menghampiri orang tersebut. Tak lama kemudian
ajudannya kembali sambil berlari-lari. “Bukan, bukan!” teriaknya, “Dia duta besar kita untuk Jepang!”

Jaman Presiden

14 January 2010 – 10:35 PM

Seorang bapak berumur setengah baya berkata,
“Hidup paling senang waktu jamannya soekarno dan soeharto. Jamannya Habibie, Gusdur dan Megawati hidup yang paling menyedihkan kurasakan.”
Seorang pemuda datang bertanya,
“Mengapa bapak katakan begitu. Nah kalau kamu mau tau dengar. Jamannya Soekarno aku masih anak-anak hidupku senang karena aku masih dimomong karo bapakku dan mbokku, Jamannya Soeharto hidupku senang karena jaman ini aku dikawinkan oleh bapakku tapi kalau jamannya Habibie, Gusdur dan Megawati kesusahan selalu menerpa hidup, bayangin aku harus bekerja untuk menghidupi keluargaku isteri dan ke lima anakku, apalagi jaman sekarang, le..le cari yang haram aja susah tau !!!”

Saya tidak punya yang itu

13 January 2010 – 10:35 PM

Suatu hari jauh sebelum Suharto terpuruk dari kekuasaannya, dia lagi
mengumpulkan anak-anaknya untuk bagi-bagi lahan usaha di republik ini
Suharto : Mumpung bapak masih berkuasa, hari ini bapak akan membagi
-bagi kesempatan bisnis bagi kalian semua, nah tutut, kamu mau apa ?
Tutut : Saya minta semua project jalan tol se Indonesia harus menjadi milik saya
Suharto : boleh, bapak akan buat kepresnya, sekarang kamu sigit, minta
bisnis apa ?
Sigit : Saya minta perjudian di indonesia dibebaskan dan hanya saya yang
boleh mendirikan kasino dan tempat perjudian lain.
Suharto : Boleh, kepresnya besok terbit. sekarang kamu Bambang, minta apa ?
Bambang : saya minta semua bisnis pertambangan di indonesia harus ada
di tangan saya.
Suharto : Gampang, kepresnya besok akan jadi juga, Tommy, kamu minta apa ?
Tommy : saya minta semua bisnis otomotif harus ada dibawah bendera
perusahaan saya.
Suharto : Boleh, besok kepresnya akan dibuat dan diumumkan. Pada saat itu, ada ajudan presiden yang mengawal Suharto ikut mendengarkan pembicaraan keluarga tersebut, maka sebagai tanda simpati Suharto juga menawari sang ajudan untuk meminta lahan bisnis
Suharto : Ajudan, kamu mendengar semua pembicaraan tadi khan ?
nah sebagai tanda simpati saya, maka kamu saya tawari juga, bisnis apa
yang kamu minta ?
Ajudan : saya, eee saya eeee, MALU pak ( jawab sang ajudan sambil malu-malu )
Suharto : Wah jangan minta itu, kalau MALU saya nggak punya…